Friday, 17 September 2010

Percaya Diri

Yakinkanlah pada diri bahwa diri mampu berdikari.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri mampu berdiri.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri mampu tuk memilih.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri hidup dari sebuah pilihan yang harus dipilih.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri bila tak mampu tuk memilih cukup hanya dengan mati.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri tidak bisa dikebiri.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri hidup hanya satu kali.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri akan kembali pada Illahi.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri kapan tuk memulai.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri sebuah jawaban pada diri sendiri.
Yakinkanlah pada diri bahwa diri harus menjadi pria terpilih.

[Pria Berkarakter]

Sunday, 12 September 2010

Aku Adalah Kehidupan Kekasihku


Aku Adalah Kehidupan Kekasihku


Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?

Aku tidak mengetahui diriku sendiri.

Aku bukan Kristen, bukan Yahudi.

Bukan Majusi, bukan Islam.

Bukan dari Timur, maupun Barat.

Bukan dari darat, maupun laut.

Bukan dari Sumber Alam.

Bukan dari surga yang berputar.

Bukan dari bumi, air, udara, maupun api.

Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk.

Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen,

Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan,

Bukan dari dunia kini atau akan datang, surga atau neraka,

Bukan dari Adam, Hawa, Taman Surgawi atau Firdaus, Tempatku tidak bertempat.

Jejakku tidak berjejak.

Baik raga maupun jiwaku :

semuanya adalah kehidupan Kekasihku ...

[Source : Jalalludin Arrumi]
Pria berkarakter

Akulah Angin Engkaulah Api


Jangan percaya padaku,
sebab aku menderu
memburu
tak tertandingi waktu

Akulah yang meliukkan seribu pohonan,
memporandakan kluster-kluster bintang
menumbangkan benih yang baru berkecambah

Aku berjalan lebih cepat dari lari kereta
Aku makan lebih banyak dari titan yang diungsikan ke alam kegelapan
Aku menyerap batu
Aku menghembus Asap
Aku melebar tanpa kelihatan
Aku menyepoi membelai rambut perawan
Menidurkannya dalam lelap dan membangunkannya dengan tamparan

Jelaga malam retak ketika aku tanpa permisi datang menghentak
Lautan gemuruh, padahal aku hanya melambai
Dan ikan saling menuduh, mereka bilang,
cepat lari, sebentar lagi ada badai!

Namun Engkau Api
Ketika kuhembus engkau semakin besar
saat ku biarkan engkau mengecil sendirian

Karena Engkau Api,
Menyala saat terang
gemerlapan ketika malam
Tapi Engkau akan selalu sendirian.

Namun engkau api
Selesap asap semerona bara
Sekerlip kena sekulit luka
Namun saat menyesap, hangat kau gurat
Seumpama korek,
kau bahkan mau berada di ujungnya,
memercik cahaya pada pentulnya

Kaulah kobar paradoks untuk kehidupan,
Energi netral yang mampu meliuk positif atau tertahan menjelma
kejahatan.

Akulah Angin Engkaulah Api
Maka kita bisa saja berpelukan

(source : Jalaludin Arrumi)

Thursday, 9 September 2010

LEBARAN

Segenap keluarga Onet mengucapkan Minal Adzin Wal Faidzin " Mohon Maaf Lahir Bathin"

Tebarkan benih-benih romantisme silahturrahmi sosial

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution